| DAFTAR HARGA KANSTEEN 2025 | ||
| KANSTEEN (K-300) | Rp | |
| 1 | Kansteen B1 (220/250x300x600) | 124.000 |
| 2 | Kansteen B2 (120/150x280x400) | 48.000 |
| 3 | Kansteen B3 (Sofa) (300x300x600) | 107.000 |
| 4 | Kansteen B4 (90/12x250x400) | 38.000 |
| 5 | Kansteen B5 (180/220x250x600) | 91.000 |
| 6 | Kansteen B6 (100/150x300x400) | 54.000 |
| 7 | Kansteen B7 (300x200x400) | 67.000 |
| 8 | Car Stopper (100/150x150x600) | 40.000 |
| 9 | Car Stopper (100/120x150x600) | 36.000 |
| 10 | Car Stopper (120/150x130x600) | 34.000 |
| 11 | Kansteen S (120/150x130x600) | 35.000 |
| 12 | Kansteen Taman (400x190x100) | 26.000 |


Pentingnya Kanstin dalam Infrastruktur Jalan
Dalam pembangunan infrastruktur jalan, banyak elemen yang berperan penting demi kenyamanan, keamanan, dan ketahanan jalan itu sendiri. Salah satu komponen yang sering dianggap sepele, namun memiliki peran vital, adalah kanstin (atau kerb). Kanstin adalah pembatas antara badan jalan dengan trotoar, taman, atau saluran drainase. Fungsinya bukan hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai pelindung dan pengarah aliran air serta kendaraan.
Fungsi Teknis Kanstin
Fungsi utama kanstin adalah sebagai pengarah dan pembatas. Ia mencegah kendaraan keluar dari jalur, terutama pada area tikungan atau jalan sempit. Ini penting demi keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki. Di area parkir, kanstin membantu mengatur posisi kendaraan agar tidak melampaui batas yang ditentukan.
Dari sisi drainase, kanstin berperan mengarahkan air hujan ke saluran pembuangan. Tanpa kanstin, air dapat menyebar ke sembarang arah, mempercepat kerusakan jalan dan menyebabkan genangan. Kanstin juga membantu menahan material tanah atau tanaman pada taman kota agar tidak meluber ke badan jalan, menjaga kebersihan dan estetika kota.
Peran dalam Estetika Kota
Selain fungsinya secara teknis, kanstin turut berperan dalam menciptakan tampilan kota yang rapi dan teratur. Dengan berbagai bentuk dan finishing—seperti kanstin taman, kanstin trotoar, atau kanstin S—elemen ini mampu memperkuat karakter visual suatu wilayah. Penggunaan kanstin yang teratur dan berkualitas memberikan kesan profesional dan tertata dalam pembangunan perkotaan.
Kualitas dan Pemasangan
Kanstin harus dibuat dari bahan yang kokoh seperti beton bertulang, agar mampu menahan tekanan dan cuaca ekstrem. Pemasangannya pun harus memperhatikan kemiringan jalan dan alur drainase agar air dapat mengalir lancar. Jika pemasangan dilakukan asal-asalan, kanstin dapat retak, miring, atau bahkan roboh, sehingga mengganggu fungsi utamanya.
Kesimpulan
Meski kecil dan sering luput dari perhatian, kanstin memiliki peran besar dalam menjaga fungsi jalan dan tatanan kota. Ia mendukung keselamatan lalu lintas, sistem drainase, serta estetika lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi perencana dan pelaksana pembangunan infrastruktur untuk tidak mengabaikan kualitas dan fungsi kanstin dalam setiap proyek.
